Meow (Curhatanku)

Meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow  meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow meow..

Wah asli gue kaget liat blog gue jadi ada postingan begini, gue sama sekali gak tau soal postingan ini, tapi abis gue baca2 ternyata gue baru paham, ini yang ngetik kucing gue dan ngeposting juga. KUCING GUE BISA NGETIK DAN POSTING TULISANNYA DI BLOG ANJIR!!! Yawdala yaaa, gue translatein aja apa yang dia ketik, isinya curhatan doang si, dan ada beberapa bagian yg harus gue edit karena gak etis banget buat dibaca manusia wkakkwa. Dah ah, scroll dah kalo mau tau apa curhatannya.

Namaku Nala, aku ini kucingnya bang Rama hehe. Dia (dia ini maksudnya gue, ini kalo di dalem kurung gini berarti gue yang nambahin, ngomenin apa yg kucing gue ketik) lagi tidur sekarang terus notebooknya masih nyala, yaudah aku iseng aja tulis2 di blognya hehe.

Gini, aku punya unek2 nih. Hmm gimana ya… Sebelumnya, aku mau nanya dulu. Kalian (kalian di sini maksudnya ya kita2 ini, manusia.) suka kucing ras atau gak? Ah sebenernya itu pertanyaan bodoh sih, iyalah jelas kalian suka kucing ras, bahkan melebihi kucing2 domestik (kucing domestik tuh kalo kata orang2 mah kucing kampung, nah kucing gue si Nala ini gak suka dibilang kucing kampung, makanya sebutnya kucing domestik wkkwwk) pada umumnya. Ahiya, asal kalian tau, aku ini bukan kucing ras yang cantik dan rupawan itu. Aku Cuma kucing domestik yang menurut kalian gak ada bagus2nya buat dipelihara. Hhh maaf ya aku jadi curhat.

Balik lagi ke bahasan pertama, kalian tentu lebih suka kucing ras kan? Jelas, karena di mata kalian kucing2 ras itu bagus, eksotis, dll. Gini loh, kenapa sih kalian gak bisa ngeliat kita sebagai kucing aja? Tanpa ada embel2 ras atau apapun? Kita semua sama kok, sama2 ngegemesin :p bang Rama sering nonton bola, aku juga kadang suka ikut aja nonton, naaahh di sini nih yang menariknya. Pas aku ikutan bang Rama nonton bola aku liat tulisan, “Say No To Racism” tau gak artinya? Gak tau? Kalo kata bang Rama mah “belajar lagi gih, gitu aja gak tau” itu artinya “katakan tidak pada korupsi” eh salah, itumah slogan partainya Pak SBY awkakwakak (anjir! Di sini gue kaget, ternyata kucing gue ngikutin peta perpolitikan juga akwakka sadis) salah yaaa manusia2 hina, say no to racism itu artinya katakan tidak pada rasisme, gituuuu…

Nah gini ya, kalian bisa tuh bikin kampanye anti rasisme kepada sesama kalian, tapi kenapa kalian gak bisa kayak gitu ke kita2 ini para kucing? Atau secara garis besarnya, kita para hewan. Karena yang kena rasisme bukan cuma kucing aja, temen2 anjing aku juga ada yang kena tindakan rasisme dari kalian para manusia hina. Hih kzl! (wakkakwa bawel ye kucing gue, maklum betina, udah emak2 pula, tau sendiri emak2 gimana) kita, hewan2 yang bukan ras sebenernya sama kok sama hewan2 ras itu, gak ada bedanya, kita sama2 pantes buat dipelihara, kalo kalian liat kita di jalanan dalam keadaan jelek, jangan salahin kita, tapi salahin diri kalian sendiri, salahin temen manusia kalian tuh, kenapa menelantarkan kita? Padahal kalo diurus secara baik kita sama bagus dan ganteng serta cantik kok. Gak kalah kece sama hewan2 ras. Kita yang bukan hewan ras terlihat jelek karena keadaan, hidup di jalanan luntang lantung, makan aja susah musti ngorek sampah T-T hikshiks… Dengan tulisan ini aku harap kalian manusia2 hina bisa paham atau minimal tau perasaan kita para hewan2 yang terlantar di jalanan gak ada rumah, gak ada makanan tetap, gak ada kaki manusia juga buat ngusel2 huhuu.

Ehiya satu paragraf lagi deh. Paragraf ini aku dedikasiin buat bang rama. Soalnya bang Rama ini gak sama kayak kalian. Dia gak milih2 dalam melihara hewan, buktinya aku yang bukan ras dipelihara sama dia hehee walaupun dia punya kucing ras juga sih di rumah, tapi aku gak merasa minder atau apapun, karena perlakuan bang Rama ke aku dan yang lain sama, gak dibeda2in, baik deh pokoknya, walaupun agak sedikit kurang beruntung dalam masalah percintaan wkakwakakwa (oke udah mulai songong ini anak, harus banget ya bahas2 masalah percintaan. Kan taik) yang pasti aku merasa beruntung dipelihara sama bang rama, dia gak milih2 soal ras, gak pilih kasih juga.

Udahan ah, bang Rama gerak2, takutnya dia bangun terus liat aku lagi ngetik2 gini kaget lagi. Daahh jangan jadi manusia hina yang cuma mementingkan ras yaaa, kita semua sama kok. Muach :*

Wkakwkkaa kampret ya curhatannya, taik banget. Yaaa tapi ada benernya juga sih, dan gue setuju sama tulisan dia soal ini. Tambahin dikit ya. Gak ada salahnya kita perlihara hewan yang bukan dari golongan ras, kita bisa salurin cinta kita ke mereka tanpa ada batasan ras, banyak kucing di jalan, tinggal adopsi, bawa pulang ke rumah, urus bener2, jadi deh cakep ehhehe. Udahan ah, gausah tambahin panjang2, apa yang ditulis kucing gue udah paling bener pokoknya. Inget pesen Nala,

jangan jadi manusia hina yang cuma mementingkan ras.

 

Udah dulu ya, mao ngangon sapi dulu. bye~

Advertisements

Kamu dan Puisi

Puisi, “Buatkan aku puisi” rengekmu, puisi cinta tepatnya.

“Iya” hanya itu yang keluar dari mulutku untuk menjawab rengekannmu.

Tertegun dan berpikir, berpikir jauh ke dalam diriku mencari kata indah nan syahdu agar tercipta puisi cinta untukmu.

Lelah ku berpikir tak menemukan apapun, karena hanya dirimu yang terlintas dipikiranku.

“Ah sial!”, umpatku kesal bercampur senang. Aku tersadar, bagaimana aku bisa membuat sesuatu seperti itu jika bagiku hanya dirimu yang indah serta syahdu.

Ya, kamu, kamulah puisi itu, puisi cinta itu, sungguh indah dan syahdu dirimu di mataku.

• Ramski

Teruntuk Nungki, dengan cinta.

 

 

 

ps: bukan mau sok melow atau apa, tapi puisi ini dibikin karena permintaan :)))

Sabar dan Bijak

Kalo berkendara tuh yang sabar, bijak. Jangan sampe nyesel kalo udah kecelakaan. Apalagi kalo lo sambil boncengin orang atau ada penumpang di mobil lo. Dan terlebih lagi orang yang lo boncengin atau yang ada di samping lo pas lo nyetir itu orang yang lo sayang. Waduuuhhh.. hati2 deh, daripada nyesel.

Lo gak mau kan, karena ke-tidak-sabar-an dan ke-tidak-bijaksana-an lo pas lo lagi berkendara lalu kecelakaan? Dan yang lebih parah lagi orang yang lo sayang harus nerima akibatnya juga, terus lo ngeliat orang yang lo sayang harus meringis nahan sakit, raut muka shock berat, lemes, dan segala macemnya. Dan ketika hal itu terjadi lo cuma bisa bilang MAAF, lo gak bakal ngerasain sakit,serius, separah apapun luka yang lo dapet, lo gak bakal ngerasain, karena yang lo khawatirin cuma mereka orang2 yang lo sayang, yang harus nerima akibatnya gara2 lo.

Jangan deh, jangan sampe. Ngeliat orang yang lo sayang kesakitan gara2 lo itu lebih buruk daripada sakit yang lo dapet. Bijak aja kalo berkendara, sabar aja kalo ada yang bikin lo kesel.

Kenapa gue nulis ini? Karena apa yang gue tulis di atas baru aja kejadian sama gue tadi sore. Jadi gue nulis ini selain buat pengingat kalian juga pengingat buat diri gue sendiri.

Udah dulu deh. Inget ya, jangan kebut2an, sabar, bijaksana kalo lagi berkendara, orang sayang sama lo lagi nunggu di rumah. Kalo lo gak berkendara sendirian, lo gak akan mau liat orang yang lo sayang harus kesakitan gara2 lo.

Bye~

Chaos

Buka notes di hengpon terus liat ada quote yang gue gak tau itu punya siapa, karena udah lama banget gue nyatet itu quote. Begini bunyinya:

It’s a complete chaos, if you can’t use logic. But it’s more chaotic, if you discuss something that you don’t even understand

Ngerasa gak asing gak? Pas baca, gue ngerasa itu kayak kondisi orang2 Indonesia sekarang ini, Jakarta tepatnya. Semua bicara tentang pilkada, bicara tentang agama, tapi banyak dari mereka yang gatau apa2.

Dan hasilnya apa? Chaos, banyak banget yang ribut soal pilkada sama agama ini. Mungkin lo pada gak ngerasain chaosnya, karena ini terjadi di dunia twitter huahahaha. Ya, di dunia per-twitter-an, yang tadinya twitter asik2 aja, rame sama orang2 tukang galau, jomblo tukang modusin cewek, jangan lupain cewek2 BO sama #RealAva (gatau cewek2 BO sama #RealAva apa? cari sendiri, thank me later) sekarang jadi banyak bigot2 pilkada juga bigot agama, beeeeuuuuhhh… Sumpek banget aslik.

Kesimpulannya, kalo lo masih main twitter, pinter2 ngefollow, salah2 amsyong, bisa pusing sendiri gara2 baca temlen isinya ribut soal pilkada sama agama. Meh!

Agamaku, Agamamu

Desember tanggal 6, jam 8 lewat 30 gue baca timeline di twitter seliweran lewat bahwa ada pembubaran paksa acara kebaktian natal di Bandung, dan pelakunya adalah ormas Islam *facepalm*

Alasannya? Fasilitas umum gak boleh dijadikan tempat untuk menggelar acara keagamaan, dan acara keagamaan harus dilakukan di tempat yang sudah disediakan, dalam kasus ini, Gereja. Lol…Banyak kok kegiatan keagamaan Islam yang dilakuin di tempat umum, contoh paling deket aja, yang gue yakin masih pada inget, demo sorry, maksud gue doa bersama tanggal 2 Desember kemarin. Ada yang protes? gak!

Mengutip cuitan seorang penulis, Jenny Jusuf di twitter.

Turut bersimpati pada teman2 muslim yang cinta damai. Turut bersimpati karena kebencian terhadap kami membuat kalian malu dan sedih.

Ya, sebagai seorang muslim, jujur gue malu dan sedih banget ada berita kayak gitu, dengan gampangnya mereka mengatasnamakan Tuhan dan Agama, lalu membuat onar kepada minoritas. Yang bikin gue bingung lagi, polisi diem aja, meeenn… Di mana kredibilitas kepolisian ketika mereka kalah dari para intoleran itu, gak habis pikir kan lo?

Sebenernya banyak kasus-kasus intoleran kayak gini di Indonesia, cuma ya emang gak kesorot media aja, dan kemarin viral juga karena anak2 twitter yang kece (termasuk gue) hue.

Apa mereka lupa sama isi salah satu surat Al-Kafirun, gue lupa ayat berapa, dan males nyari juga karena koneksi yang lagi ngehe banget, isinya.

Bagiku agamaku, bagimu agamamu

Kenapa dengan adanya ayat itu justru, kenyataannya, sebagian muslim gak bisa mendatangkan kebaikan bagi yang lain? Apa mereka terlalu bodoh untuk memahami maksud ayat tersebut? Tuhan mengajarkan kasih sayang, saling mencintai, mengasihi. Bukan saling membuat keonaran atas namaNya.

Beragama boleh, bodoh jangan.

Beragama boleh, radikal jangan.

Beragama boleh, fanatik jangan.

Eh, gue bingung mau nulis apa lagi, udahan aja lah. Akhir kalimat gue mau mengutip perkataan seseorang blogger yang gue kenal di twitter dan gak terkenal2 banget, Kalfestino. Akwkakwakawk

Jika kamu mencintai kehidupan, dan menginginkan kebenaran. Kamu akan berdiri di tempat saya berdiri, melihat dari sudut pandang saya melihat, dan menentang apa yang saya tentang.

Salam Damai saudara-saudaraku :*

Ingat slogan negara tercinta kita ya, Bhineka Tunggal Ika. yang gatau artinya cari sendiri di google, udah gede :p

eehh.. ngomong, ini link berita soal pembubaran acara kemarin. Kali aja ada yang penasaran beritanya yaa

BHAY!!!

Iqra

Iqra,

Bacalah,

Terkait membaca, gue punya satu quote favorit.

Bacalah, karena hanya itu satu-satunya cara untuk menghargai pohon yang sudah rela mati demi menjadi selembar kertas. -Ramski

Wait…
Ramski? Siapa Ramski? Itu gue sendiri sih hahaha udah lupa kapan gue bikin quote itu, tapi gue bikin quote itu gak lama setelah gue selesai baca buku yang udah lama gue beli tapi belum dibaca-baca sampe kertasnya udah pada berubah warna. Judul bukunya Inferno, karya Dan Brown hehe